Monday, July 9, 2012

Hoax upon Hoax #ShellFail


Bulan lalu sepertinya bulan yang berat -dan lucu- bagi Shell. bagaimana tidak, ketika berbagai perusahaan tengah berusaha membangun citra baik di dunia social media, perusahaan minyak asal belanda ini malah dikerjai habis-habisan.

Ceritanya dimulai ketika Logan Price, anggota Occupy Settle  menyusup ke Pesta yang diadakan Shell (6/7). Pesta diadakan untuk merayakan lolosnya program  pengeboran minyak lepas pantai arctic. Di pesta ini Shell memasang replika alat pengeboran dan kemudian mengundang seorang wanita tua sebagai simbol dimulainya program. Dan Walahhh minyak malah muncrat dan mengenai wanita itu. Sepertinya alatnya rusak hahha Pesta menjadi kacau, pihak keamanan pun berusaha membubarkan acara itu.

Coba lihat video di bawah ini



Kejadian yang direkam Logan ini langsung dia unggah ke Youtube. Dengan bantuan twitter dan media online yang heboh memberitakan, video tersebut langsung ramai menjadi perbincangan dan Viewnya melonjak drastis. Viral!
 
Dan kejutan lain muncul. Tak lama berselang, dari kolom komentar beberapa user youtube mulai meragukan keaslian video tersebut. Yes, pakai s

Fake Shell oil party Video!!

Adrian Chen, jurnalis Gawker, menjelaskan bahwa video tersebut hoax (7/7). Dari situs eventbrite (http://wainwrightshore-eorg.eventbrite.com) didapatkan bahwa pesta Shell tersebut di tangani oleh Wainwright & Shore. Surat undangan menyebutkan ucapan terima kasih kepada the Joint Pacific Energy Leadership Council, yang ternyata tidak exist di hasil pencarian Google. Bukti lain datang dari website Wainwright & Shore sendiri, wainwrightshore.com. Dari pencarian whois records, domain EO malah baru diregistrasi 1 bulan yang lalu.

Gawker kemudian mencoba menelepon nomor yang tercantum pada website Wainwright &  Shore. Orang yang mengaku dari  Wainwright & Shore tidak tahu menahu mengenai video tersebut dan berjanji akan menghubungi nanti.

Di tengah kemelut, beberapa media mulai memberitakan press release dari Shell yang isinya menuntut siapapun yang bertanggung jawab di balik penyebaran video palsu ini.

--------------------------------
Lawyers operating on behalf of Royal Dutch Shell plc. (Shell) are considering formal action against unknown activists who staged a counterfeit campaign launch event at the Seattle Space Needle.


The groups released a stream of social media content, with the defamatory hashtag #shellfail, which deliberately misrepresents the safety of Shell's drill rigs heading to the Arctic, and extensively violated Shell's intellectual property rights.


Shell is monitoring the spread of potentially defamatory material on the internet and reporters are advised to avoid publishing such material.
----------------------------------------

Bagaimana bisa sebuah perusahaan menuntut seseorang/grup yang belum diketahui., ternyata press release tersebut juga Hoax.

Fake Shell Lawsuit!!

Situs AdAge yang juga memantau kehebohan ini langsung menghubungi Shell (7/7), dia di beritahu bahwa pihak Shell tidak tahu mengenai press release tersebut dan meyakinkan bahwa itu bukan di buat oleh Shell.

Hebat sekali.

Program pengeboran minyak di Arctic memang memancing pro kontra. Setelah melalui lobi panjang dan menghabiskan dan yang tidak sedikit, Shell akhirnya di beri akses oleh Obama untuk mengekplorasi Arctic. Shell sudah bersiap memulai pengeboran yang akan dimulai di utara alaska pada Juli. Untuk mempromosikan keberhasilannya, Shell meluncurkan campaign “Let’s Go! Arctic.” yang beralamat di arcticready.com.

Pada website ArcticReady, Shell memasang “Ad Gallery” semacam generator yang memperbolehkan pengunjung membuat iklan sendiri. Pengunjung dapat memilih gambar, menambahkan kata-kata, dan memberikan dukungan kepada Shell. Tapi hal ini tidak berjalan mulus, dari gambar yang digenerate malah menunjukkan kontra Shell, dan dukungan kepada Beruang Kutub hahah





Crowdsourcing goes wrong. campaign ini jadi semacam langkah bunuh diri bagi Shell. Bagaimana bisa perusahaan sekelas Shell tidak mempertimbangkan hal ini. Di tengah pandangan sinis dunia terhadap mereka, Shell malah mengundang dunia untuk memberikan opininya. Apakah hal ini dilakukan secara sengaja? Ya bisa jadi.

Fake Shell campaign website

Website tersebut bukan dibuat oleh Shell. Arcticready juga bagian dari kehebohan #Shellfail

Selang beberapa hari (8/6), Greenpeace, the Yes Man, dan anggota dari Occupy movement mengklaim bertanggung jawab atas serangkaian aksi ini. "This experience shows that a few energized people can compete with the billions that Shell spends on advertising and lobbying," kata James Turner dari Greenpeace.



Menarik sekali bagaimana mereka melakukan 'corporate make over' terhadap Shell di social media. Tiap aksi yang dilakukan benar-benar ter-skenario dan saling terintegrasi. Wainwright & Shore, yang merupakan nama jasa event organizer fiktif pun  memiliki website sendiri dan sempat membuat surat undangan di situs ternama Eventbrite. Dan kerennya kontak yang tercantum di website mereka, adalah no. yang dapat dihubungi, dan sudah ada orang yang bersiap mengangkat telepon jika tiba-tiba ada 'Sherlock holmes' yang menghubungi mereka hahha

Dari beberapa  portal berita online tak jarang yang harus berkali-kali merevisi berita mereka. Yang menjadi misteri adalah, kita tidak akan tahu media mana yang sebenarnya juga mendukung aksi ini. Karena bisa jadi berita yang muncul adalah 'pesanan' untuk cover/support aksi  tersebut. Kebohongan menutupi kebohongan lain.

Hoax upon hoax. Hoaxception

Source:
Greenpeace, the Yes Men and the inside story of #ShellFail
The Yes Men, Wikipedia
#ShellFAIL exposed, Yes Lab

0 comments:

Post a Comment